Pihaknya berharap, melalui pelatihan ini perempuan pembela HAM bisa bekerja lebih percaya diri selain itu, pemerintah harus memperhatikan dan memikirkan perlindungan, kesejahteraan dan kesentosaan bagi pekerjaan HAM maupun keluarganya. Ini penting dibahas bagaimana pekerja HAM mendapatkan perlindungan maupun kesejahteraan.
"Kendala yang dihadapi misalnya pelaku tokoh desa, semua orang berpihak kepada pihak pelaku dan tindak kekerasannya lebih tinggi. Mereka berpandangan misalnya nikah adalah rahmat. Padahal anak-anak perempuan dibawah umur masih harus menempuh pendidikan tinggi yang layak," harapnya memungkasi.
Tak kalah menarik, usai pelatihan juga dipentaskan traksi tarian nusantara yang memadukan tari dan lagu daerah masing-masing provinsi sebagai kesatuan yang utuh yang terdiri dari berbagai keragaman namun mampu mempersatukan dalam balutan nusantara. (gde)










