Dalam hal ini, lanjut suami Luh Ngaba Susiawati, diperlukan dosen berkompetensi pedagogik tinggi untuk membaca bakat dan minat mahasiswa. Sesuai penelitiannya, Sudiksa menyebut, sumber pengetahuan mahasiswa tidak lagi berfokus pada dosen, melainkan internet.
Sehingga perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar untuk berinovasi sehingga membangkitkan motivasi belajar. Dalam perjalanan studi S3-nya, Sudiksa, dipromotori oleh Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd. Co Promotor 1 Dr. I Wayan Sukra Warpala, S.Pd., M.Sc., dan Co Promotor 2 Prof. Dr. Ketut Agustini, M.Si.
Ketua Perdiknas Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan beasiswa pendidikan bagi seluruh keluarga besar unit-unit di bawah naungan Perdiknas. "Salah satu penerimanya adalah Pak Sudiksa. Beliau salah satu karyawan teladan," kata Gung Eddy.
Menariknya, Sudiksa merupakan doktor ke-78 yang dicetak Undiksha. Angka yang sama dengan usia Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun. Gde










