DENPASAR-fajarbali.com | Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali menggelar aksi bakti sosial dalam rangka memperingati World Pharmacists Day (WPD) 2026. Kegiatan bermanfaat ini dipusatkan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Minggu (27/9/2026) pagi bersamaan dengan momen Car Free Day.
Bakti sosial ini diselenggarakan melalui kolaborasi erat bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar masyarakat umum yang sedang beraktivitas. Dalam aksi kepedulian ini, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian obat-obatan untuk sedikitnya 200 orang warga.
“World Pharmacists Day sebenarnya jatuh pada tanggal 25 September 2026, tapi kami melakukannya pada Minggu 27 September guna berkolaborasi dengan teman-teman Dinas Kesehatan kota Denpasar melakukan cek kesehatan gratis dan pembagian obat,” kata Ketua IAI PD Bali, Dr. apt. Ketut Agus Adrianta, S.Farm., M.Biomed.
Menariknya, peringatan WPD tahun ini bertepatan dan disinergikan dengan momentum World Rabies Day (WRD) 2026. Lintas profesi ini memanfaatkan momen bersama untuk mengoptimalkan pemberian komunikasi, edukasi, dan informasi kesehatan komprehensif kepada publik.
Melalui sinergi tersebut, para apoteker turun langsung mengedukasi warga terkait tata cara pengelolaan obat yang aman dan rasional. Fokus utama edukasi mencakup langkah tepat mendapatkan, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat agar tidak menimbulkan efek samping berbahaya.
“Jadi kami melibatkan apoteker di Bali untuk memberikan informasi edukasi tentang bagaimana menggunakan obat yang baik, menyimpan obat yang baik, kemudian pada akhirnya bagaimana membuang obat yang baik dan benar,” jelas Agus Adrianta.
Pihak penyelenggara menyiapkan ratusan paket bantuan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan awal masyarakat. Angka sasaran tersebut berpeluang terus ditingkatkan pada kegiatan kemanusiaan dan sosialisasi di masa mendatang.
“Jadi untuk yang hari ini memang kami target untuk masyarakat itu 200. Kita sudah siapkan 200 paket obat tapi tidak menutup kemungkinan nanti di event berikutnya bisa lebih besar lagi,” tambah Agus Adrianta yang saat itu didampingi Ketua Himpunan Seminar Farmasi Komunitas PD Bali, apt. Ayu Suryaningsih, S.Farm.
Peringatan World Pharmacists Day sendiri dirayakan secara serentak oleh profesi apoteker di seluruh dunia. Khusus untuk wilayah Bali, Renon dipilih sebagai pusat kegiatan publik karena aksesibilitasnya yang luas dan strategis bagi warga dari berbagai lapisan.
Selain pembagian paket obat mendasar, masyarakat dapat memanfaatkan layanan cek tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol secara gratis. Pada saat bersamaan, tim farmasi secara intensif menyosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) demi meningkatkan pemahaman pengelolaan obat mandiri di rumah tangga.
“Selain pembagian obat, kami juga sediakan pemeriksaan cek tensi, cek gula darah, cek kolesterol kemudian kita dari Farmasi sendiri itu fokus kepada Edukasi Dagusibu merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang yang ditujukan agar masyarakat paham mengenai obat,” tegasnya.
Edukasi ini dinilai sangat krusial mengingat banyaknya jenis obat bebas maupun obat resep yang tersimpan di lingkungan keluarga tanpa pengawasan tenaga medis. Penggunaan obat penurun panas atau pereda nyeri, misalnya, membutuhkan penyimpanan yang benar selama masa terapi berkala agar kualitas medisnya tetap terjaga.
Melalui pemahaman Dagusibu yang komprehensif, IAI Bali optimistis warga dapat menjadi pelopor hidup sehat. Pengetahuan yang diperoleh di Lapangan Renon diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan keluarga maupun komunitas terdekat.
“Oleh karena itu, pemberian edukasi mengenai Dagusibu sangat penting guna membekali mereka dengan pemahaman yang tepat tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat,” pungkas Agus Adrianta.
Saat ini, IAI PD Bali mengayomi sekitar 2.500 apoteker aktif yang tersebar di pelbagai fasilitas kesehatan dan industri. Jumlah sumber daya manusia kesehatan ini diproyeksikan terus bertumbuh seiring pesatnya perkembangan perguruan tinggi kefarmasian di Bali. (M-001)









