Berbelanja Aman di Masa Pandemi Covid-19

DENPASAR – fajarbali.com | Pandemi Covid-19 memang mengharuskan siapapun untuk selalu berada di rumah dan melakukan physical distancing atau jaga jarak fisik. Sebagian dari masyarakat mungkin merasa sangat enggan dan was-was untuk keluar rumah selama pandemi ini.

Meski demikian, ada kalanya keluar rumah menjadi suatu yang harus karena menyangkut perihal persediaan kebutuhan sehari-hari di rumah. Saat kebutuhan sudah menipis dan mengharuskan untuk pergi ke pasar atau swalayan, tentu masyarakat bertanya-tanya bagaimana cara yang tepat dan aman selama berbelanja?.

 

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sewakadharma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, di era new normal, kegiatan berbelanja ke pasar tetap berjalan seperti biasa meski harus mengutamakan protokol kesehatan. Pemerintah telah memberikan aturan protokol kesehatan bagi penjual dan pembeli, sehingga aktivitas jual beli di pasar, aman dari penularan Covid-19.

 

“Bagi para pembeli yang ingin berbelanja ke pasar, tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Kepada para pembeli sebelum berangkat ke pasar harus memastikan dalam kondisi yang sehat dan wajib menggunakan masker. Pembeli juga disarankan membuat catatan rencana perbelanjaan guna mempersingkat waktu belanja dan mengurangi risiko penularan Covid-19,” ujarnya.

 

Menurut dia, dengan tidak berlama-lama di luar rumah dan kontak fisik dengan orang lain, dapat meminimalisasi risiko penularan. “Yang paling penting sebelum kita ke pasar adalah kita harus dalam kondisi yang sehat, wajib menggunakan masker dan punya catatan apa yang akan dibeli untuk mempersingkat waktu serta mengurangi risiko infeksi karena kita tidak berlama-lama di pasar, jadi harus punya rencana sebelum ke pasar,” tuturnya.

 

Sebagai upaya mengurangi kontak fisik sekaligus penggunaan plastik, pihaknya mengharuskan para pembeli untuk membawa tas belanja sendiri.

“Siapkan tas belanja untuk membawa barang-barang yang akan dibeli, selain kita bisa memastikan kebersihannya, kita juga dapat mengurangi penggunaan plastik,” tambahnya.

 

Tidak lupa Kompyang Wiranata mengingatkan bagi para pembeli maupun pedagang untuk mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan ketika sedang bertransaksi. “Sebelum masuk pasar wajib untuk mencuci tangan. Begitu juga jika sudah selesai transaksi, jangan lupa untuk langsung mencuci tangan maupun menggunakan hand sanitizer,” jelasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa yang terpenting adalah kesadaran untuk jaga jarak. Jika kios yang ingin dikunjungi sudah terlihat banyak orang, bisa mengunjungi kios yang lain terlebih dahulu untuk menghindari kerumunan.(dar).

 

 

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Maksimalkan Pelayanan, RSUP Sanglah Tambah Ruang Isolasi dan Operasi Untuk Pasien Covid-19

Rab Jul 1 , 2020
DENPASAR – fajarbali.com | Sejak ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Corona (Covid-19) oleh Pemerintah Provinsi Bali, membuat jumlah kunjungan pasien Covid-19 di RSUP Sanglah, Denpasar kian meningkat. Untuk mengantisipasi kekurangan ruang isolasi, maka RSUP Sanglah kini tengah menyiapkan tambahan ruang isolasi dan operasi untuk pasien […]

Berita Lainnya