Prof. Luh Putu Mahyuni, Ph.D., CMA., CSP., salah satu penerima apresiasi dari Perdiknas, memberikan masukan. Mahyuni menggarisbawahi oknum-oknum yang dicap mengutamakan kenyamanan pribadi.
"Saya yakin, semua warga Perdiknas punya komitmen yang sama. Mungkin yang disebut mengutamakan kenyamanan pribadi itu perlu dilakukan pendekatan agar nyambung. Jangan-jangan mereka sudah melakukan sesuatu tapi belum pas bagi lembaga," sarannya.
Prof. Mahyuni menambahkan, keluarga besar di bawah Perdiknas, khususnya dosen-dosen Undiknas mesti saling merangkul, layaknya sistem multilevel marketing.
"Untuk mendorong jabatan fungsional, yang guru besar mendampingi kandidat yang sudah memenuhi syarat, demikian seterusnya ke bawah," kata dia.
Prof. Dr. Ida Ayu Oka Martini, SE., MM., mengaku terkenang dengan kedua almarhum pendiri utama Perdiknas; Prof. IGN Gorda dan I Ketut Sambereg. Tanpa bimbingan keduanya, Oka Martini tidak yakin bisa di titik sekarang.
"Kepemimpinan generasi kedua ini sama baiknya dengan pendiri utama," pungkasnya. (rl)










