"Kerja di Perdiknas itu gajinya tidak banyak. Tapi panjang. Dampaknya bisa ke anak-anaknya," jelas Gung Eddy.
Sejak dilantik memimpin Perdiknas empat tahun lalu, Gung Eddy komit pada kesejahteraan seluruh karyawan, tentunya berbasis data akurat. Tidak subyektif.
"Saya mewarisi sistem yang sudah bagus. Sudah dibangun setengah abad. Jadi apa lagi yang mau saya kerjakan? Kecuali fokus pada kesejahteraan bersama?," ujarnya.
Layaknya Tri Kona, tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan dalam ajaran Hindu, yakni Utpeti (melahirkan), Stiti (memelihara) dan Pralina (melebur) coba diimplementasikan olehnya, meski dia mengakui sebagai manusia biasa yang berlumur dosa.
Sehingga, pemberian apresiasi ini, mesti dimaknai sebagai sifat "Stiti". Tapi jangan senang berlebihan, karena "Pralina" juga siap menyapu karyawan yang tidak memenuhi kriteria berdasarkan indikator kinerja yang ditentukan.
Kembali dalam kepemimpinannya, putra dari (alm) Prof. Dr. IGN Gorda ini, berpegang teguh pada data. "Saya ngurus ratusan sumber daya manusia. Jadi tidak mungkin satu persatu menghadap ketika ada kepentingan. Jadi saya gunakan acuan data. Mainnya kebijakan obyektif," kata Gung Eddy memungkasi. Gde










