Perangi Sampah Plastik Desa Sangsit Buat Bank Sampah Gerbangsih

SINGARAJA – fajarbali.com  I Sekarang ini, pemilahan sampah rumah tangga menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah dalam mengurangi sampah plastik. Seperti halnya di Desa Sangsit yang kini mempunyai strategi bagaimana memerangi sampah plastik. Perbekel Desa Sangsit, Putu Arya Suyasa saat ditemui dilokasi pemilahan sampah, Senin (4/4) menyampaikan, dalam pemilahan sampah rumah tangga, pemerintah desa melakukan pembuatan bank sampah melalui Gerakan Bangkit Sangsit Bersih (Gerbangsih) yang bekerja sama dengan Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Buleleng.

Menurut Suyasa, program yang dibuat sekarang ini sudah berjalan satu bulan dengan membuat stategi dimana aparatur desa, pimpinan LPD, pengurus BumDes, dan kader-kader posyandu dengan membawa sampah plastik sebanyak satu kilo gram setiap pengambilan gaji.”Dalam penerapan dan penanganan terhadap sampah kita sudah jelas melibatkan semua pihak bahkan dalam pengambilan gaji buat para pegawai Bumdes harus membawa sampah rumah tangga. Hal itu dilakukan untuk membangun sebuah kebiasaan dalam melakukan pemeliharaan terhadap sampah plastik di desa kami,”tuturnya.

Selain itu, masyarakat yang mendapatkan bantuan baik BLT, PKH, maupun bantuan-bantuan yang lain serta masyarakat yang mencari administrasi kecuali kesehatan dan pendidikan di Desa Sangsit juga wajib membawa sampah plastik.”Kesehatan dan pendidikan itu sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, kita tidak perlu memberikannya persyaratan yang wajib membawa sampah plastik,”ucapnya. Lebih jauh, Suyasa menegaskan, melalui adanya program ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat dalam menabung sampah di bank sampah Gerbangsih Desa Sangsit semakin bertambah.”Dari kesadaran kita semua dalam menjaga lingkungan nantinya, dimana hal positif itu dapat dinikmati seluruh masyarakat”ujarnya.

 Sementara itu, terkait lokasinya, pihak desa menggunakan dana dari APBDes dengan menyewa lahan kepada masyarakat seluas sembilan are selama tiga tahun, dimana satu bulannya dibayar 1.500.000 rupiah. Sisi lain, Perbekel Suyasa menyampaikan, tingkat kesadaran masyarakat di Desa Sangsit yang sudah mengikuti program Gerbangsih Desa Sangsit ini terutama yang diambil sampahnya di rumah tangga dengan membayar iuran 15 ribu rupiah baru mencapai seribu lebih masyarakat atau 40 persen.”Kita membuat program jumat bersih setiap pagi secara bergilir di masing-masing dusun. Bersyukur masyarakat kami sekarang yang inisiatif melakukan gotong royong,”pungkasnya. Untuk diketahui juga, dalam lokasi itu juga nantinya dibuatkan gudang sampah plastik yang sudah dipilah maupun yang belum, di sebelah utaranya dibuatkan untuk PKK tanaman apotik hidup, dari karang taruna dengan dibuatkan maggot. Tempat tersebut juga akan dipajang hasil-hasil karya buah tangan dari siswa-siswi baik tingkat SD, SMP, maupun SMA.”Dari tingkat sekolah itu, kita lombakan dalam pembuatan seni karya tangan dari bahan bekas seperti botol kaca, kaleng dan lain sebagainya,”tutupnya. W – 008

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sosialisasi Empat Pilar, Parta Ajak Milenial Rawat Lingkungan

Sen Apr 4 , 2022
GIANYAR-fajarbali.com Sosialisasi empat pilar kepada generasi milenial, Anggota DPR RI I Nyoman Parta mengajak tidak henti-hentinya merawat lingkungan. Hal inindisampaikan saat memberikan sosialisasi di SMAN 1 Sukawati, Senin (4/4/2022)