GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sebagai penghasil dan peternakan Babi terbesar di Bali, Kabupaten Gianyar bila dibutuhkan siap memasok daging Babi. Hal ini untuk mengisi kebutuhan dan kelangkaan daging Babi dibThailand. "Bila dibutuhkan, kita (Gianyar) siap, setidaknya 1 ton daging perbulan," jelas Plt Bidang Pembibitan dan Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Made Santiarka, Rabu (16/2/2022).
Dikatakannya, tidak mudah melakukan ekspor daging, karena proses administrasi dan pengecekan lab sangat panjang. "Kita siap menyediakan pasokan, mengingat potensi di Gianyar ada. Namun prosesnya panjang, penjualan daging antar pulau saja harus ada administrasi dan ini ranahnya di provinsi," jelas Santiarka.
Pengecekan laboratorium ini menyangkut pengecekan darah, kemungkinan-kemungkinan mengandung penyakit dan pengecekan lainnya. Setelah lolos pengecekan tersebut, dilanjutkan dengan pengecekan organiletik babi. "Ini berkaitan dengan bau, warna, rasa, tekstur daging. Setelah lolos harus mengantongi surat dari telah lolos uji lab," ujarnya. Untuk keperluan ekspor daging harus mendapatkan ijin dari pusat (dari kementerian). Diperlukan beberapa persyaratan seperti beberapa uji laboratorium, Surat Keterangan Kesehatan Produk Asal Hewan (daging) dan ada Nomor Kontrol Veteriner (Ber- NKV). Yang paling penting adalah persetujuan dari negara penerima. Masing -masing negara mempunyai ketentuan yang berbeda- beda. Ketentuan/persyaratan itu harus di penuhi sehingga produk daging yang dikirim bisa diterima.










