Masa 1000 HPK harus diperkuat dengan makanan gizi, makanan gizi tidak harus mahal, baik ayam ikan atau sayur-sayuraan lokal yang ada di wilayah masing-masing, hal ini yang dapat mewujudkan anak-anak yang sehat tanpa stunting.
"Yang kita harapkan ada hadirnya generasi penerus yang lebih kuat, sehingga Desa Anturan dapat menciptakan pejabat-pejabat yang mewujudkan Bali yang sejahtera," harapnya.
Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, kembali mengimbau kepada masyarakat untuk menikah di usia ideal wanita 21 tahun dan 25 tahun untuk laki-laki. Sebab, pernikahan di bawah umur berpotensi melahirkan bayi stunting.
"Saya imbau juga para remaja khususnya calon pengantin untuk menggunakan aplikasi elsimil (elektronik siap nikah dan hamil) , dan juga melakukan skrining kesehatan TB BB HB dan LILA 3 bulan sebelum menikah," sarannya.
Sedangkan untuk pasangan usia subur disarankan menghindari 4 terlalu. Diakhir acara, Kariyasa memberikan bantuan kepada empat keluarga dengan anak terindikasi stunting di desa anturan dan dilanjutkan dengan sosialisasi media tradisional melalui bondres. Gde










