*Akupresur sebagai persiapan laktasi sangat penting dilakukan oleh ibu hamil karena memiliki berbagai manfaat yang mendukung kesehatan ibu dan bayi, antara lain aliran darah menjadi lebih lancar, pengeluaran kolostrum menjadi lebih cepat, dan kesiapan ibu untuk menyusui meningkat.
GIANYAR-fajarbali.com | Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar, yakni Ni Gusti Kompiang Sriasih, S.ST., M. Kes., Ni Komang Erny Astiti, S.KM., M.Keb ., dan Ni Putu Gita Arneni, S.Tr. Keb., melaksanakan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM), di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, periode April-November 2026.
Pengabmas PKM ini juga melibatkan tiga mahasiswa kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, di antaranya, Ni Kadek Viona Putri Maharani, Ni Wayan Nathania Ardiyanti dan Ni Putu Jayanti Prabandari Pasek.
Kompiang Sriasih menyebut, pengabmas ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil melakukan Akupresur sebagai Persiapan Laktasi untuk mendukung pemberian ASI Eksklusif.
"Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltekkes Denpasar," jelas Kompiang Sriasih.
Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dan intervensi yang dilakukan, pengabdian masyarakat Program PKM ini bertema: "Peningkatan Kemandirian Ibu Hamil dalam Mempercepat Pengeluaran Kolostrum untuk mendukung pemberian ASI Eksklusif melalui Penerapan Akupresur di Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, Bali".
Menurutnya, akupresur sebagai persiapan laktasi sangat penting dilakukan oleh ibu hamil karena memiliki berbagai manfaat yang mendukung kesehatan ibu dan bayi, antara lain aliran darah menjadi lebih lancar, pengeluaran kolostrum menjadi lebih cepat, dan kesiapan ibu untuk menyusui meningkat.
"Pemberian akupresur yang disertai dengan edukasi laktasi pada ibu hamil menjadi salah satu pendekatan komplementer dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui," jelasnya.
Akupresur, lanjut dia, dapat memberikan efek relaksasi sehingga membantu mengurangi ketegangan dan kecemasan pada ibu menjelang persalinan. Edukasi laktasi memberikan pengetahuan mengenai manfaat ASI, teknik menyusui, pelekatan yang benar, inisiasi menyusu dini (IMD), serta pentingnya pemberian ASI secara eksklusif.
Kombinasi akupresur dan edukasi laktasi diharapkan dapat meningkatkan kesiapan fisik dan psikologis serta kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Ibu yang merasa lebih tenang, memiliki pengetahuan yang cukup, dan yakin terhadap kemampuannya menyusui akan lebih siap melakukan IMD dan memulai proses menyusui segera setelah persalinan.
Pelaksanaan Pengabmas juga didampingi Bapak Kepala Desa Medahan I Wayan Buana, Bidan Desa Medahan Ni Made Ayu Mas Tabaningsih, A. Md., Keb dan Bidan Koordinator Puskesmas Blahbatuh I Bdn Ni Nyoman Nurani, S. Keb.
Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan pembukaan, selanjutnya pemberian informed consent dan pengisian kuesioner pretest tentang pengetahuan dan keterampilan akupresur.
Setelah mengisi kuesioner, dilanjutkan dengan pemberian edukasi dan bimbingan tentang akupresur. Ibu hamil dibimbing melakukan akupresur dan diberikan booklet untuk melatih pemahaman dan keterampilan sebagai bahan belajar di rumah.
Hasil evaluasi pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam melakukan akupresur sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam proses menyusui bayi. [rel/gde]










