Dari hasil diskusi tim dengan anggota KUP didapati beberapa kendala antara lain: satu, diversifikasi produk yang masih terbatas. Selama ini mereka hanya menjual ikan tongkol dalam bentuk segar, pindang, atau bakar dengan umur simpan yang relatif pendek sehingga jika tidak cepat laku maka produknyapun akan rusak dan tidak layak konsumsi.
Dua, dalam hal manajemen keuangan selama ini masih dikerjakan secara manual. Hal tersebut berdampak pada sulitnya menghitung untung rugi dengan tepat, sulit menyusun perencanaan keuangan, dan sulit menentukan modal kerja yang dibutuhkan, pada akhirnya membuat akses terhadap pembiayaan formal tidak bisa diperoleh karena tidak memiliki laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Tiga, masalah pemasaran yang masih terbatas jangkauannya. Meski produk sudah masuk pasar tradisional, namun cara promosinya masih konvensional dan belum mencoba pemasaran digital, sehingga jangkauan konsumennya kecil dan sulit bersaing dengan produk serupa yang memiliki promosi lebih kuat.
Durasi pelaksanaan pengabdian pada mitra KUP Nusa Mandiri adalah selama 6 bulan dari bulan Juni hingga November 2025.
Tim memberikan bantuan alat kepada KUP Nusa Mandiri untuk membantu kelancaran proses produksi, berupa mesin pengering minyak/Spinner, mesin pencacah daging/cooper, alat pengiris kerupuk, kompor dan panci serta wajan serta beberapa peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
Selain bantuan alat tim pengabdian juga memberikan pelatihan dan pendampingan baik dalam bidang produksi dan manajemen, sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh mitra.










