Lebih lanjut dr Ariawati menjelaskan, bayi dan anak-anak akan lebih rentan mengalami keracunan alkohol dibandingkan orang dewasa. Gejala yang muncul bisa berupa muntah, anak tampak mengantuk dan sempoyongan, serta denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasannya menjadi turun. Selain itu, alkohol bisa memicu penurunan gula darah dengan cepat dan menyebabkan kejang-kejang hingga koma.
"Beberapa langkah dapat kita lakukan guna menjaga bayi tetap aman dari bahaya keracunan hand sanitizer, seperti simpan hand sanitizer di tempat yang tidak terjangkau oleh bayi, selalu pantau penggunaan hand sanitizer. Nah, saat memakainya, tuangkan hand sanitizer secukupnya di tangan telapak tangan Si Kecil dan gosokkan kedua tangannya hingga benar-benar kering. Pastikan bayi tidak memasukkan tangannya yang masih basah ke dalam mulut," jelasnya.
Sebagai alternatif, juga dapat menggunakan tisu basah khusus bayi yang tidak mengandung alkohol supaya lebih aman untuk buah hati. Untuk anak yang lebih besar, ajarkan cara menggunakan hand sanitizer yang benar. Dengan ini, buah hati tetap aman di sekolah dan tempat umum lainnya. Apabila bayi atau anak tidak sengaja menelan hand sanitizer, segera hubungi unit gawat darurat (UGD) di fasilitas kesehatan terdekat.
Dokter Ariawati menambahkan, hand sanitizer yang baik adalah jenis dengan bahan dasar alkohol minimal 60 persen. Selain infeksi virus Corona, produk ini juga dapat melindungi tubuh dari infeksi virus lain dan bakteri yang berada di sekitar. Namun, produk hand sanitizer yang mengandung alkohol mungkin kurang aman bagi bayi dan anak-anak.










