TABANAN-fajarbali.com | Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor resiko yang perlu mendapat perhatian adalah tingginya kadar kolesterol darah.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), Poltekkes Kemenkes Denpasar melalui skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) bertajuk “Penguatan Posyandu Lansia melalui Pemberdayaan Kader PKK dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan”.
Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, terutama tingginya kadar kolesterol yang menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular.
Kegiatan berlangsung pada 29 Mei 2026, yang diketuai oleh dosen jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Ibu apt. Gusti Ayu Made Ratih Kusuma Ratna Dewi, S.Farm., M. Farm., bersama 3 orang tim dosen pengabdi dan 5 orang mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara parsitipatif dengan melibatkan kader PKK di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Kepala Desa/Perbekel Banjar Anyar, I Made Budiana yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian akademisi terhadap peningkatan kapasitas kader di desanya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena pemberdayaan kader sangat penting untuk membantu dalam mencegah penyakit tidak menular, saya berharap para kader bisa serius mengikuti kegiatan ini. Penguatan peran kader sebagai edukator kesehatan masyarakat menjadi langkah strategis dalam menekan angka kejadian kolesterol tinggi serta meningkatkan kualitas hidup lansia di Desa Banjar Anyar” ujar Budiana.
Sebanyak 30 orang kader PKK Desa Banjar Anyar mengikuti kegiatan yang terdiri dari pretest, edukasi PTM dan kolesterol, sesi tanya jawab, posttest, pelatihan pemeriksaan kadar kolesterol, pemeriksaan kadar kolesterol pada 50 orang lansia, serta penyerahan bahan inventaris berupa poster dan alat pemeriksaan untuk mendukung kegiatan skrining kolesterol di Desa Banjar Anyar.
Hasil pretest menunjukkan rata-rata score awal kader sebesar 65. Setelah mengikuti penyuluhan dan edukasi, nilai post test menunjukkan rata-rata score sebesar 96, dimana terdapat peningkatan pemahaman kader sebesar 47,49%. Peningkatan nilai tersebut mencerminkan bahwa, terdapat peningkatan pemahaman mitra sasaran secara signifikan.
Gusti Ayu Made Ratih Kusuma Ratna Dewi, selaku ketua tim, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran kader PKK sebagai ujung tombak promosi kesehatan di desa.
“Kami tidak hanya ingin memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian kader agar dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi dan mendampingi lansia di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka kasus PTM sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan kader PKK di Desa Banjar Anyar dapat terus menjalankan peran aktif dalam pencegahan anemia dan menjadi mitra strategis dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. [rel]









