Pengabdian Masyarakat Wilayah Berkelanjutan menargetkan penuru kasus balita stunting di Desa Les, Tejakula, Buleleng
SINGARAJA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Hasil Kuliah Kerja Nyata Interprofesional Education (KKN IPE) mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Denpasar awal tahun 2024 di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, mengungkap adanya permasalahan gizi pada balita yang menyebabkan berisiko stunting.
Mahasiswa mencatat sebanyak 12% (8 KK) dari 67 KK dengan sasaran balita memiliki risiko stunting, 88% (59 KK) dari 67 KK dengan sasaran ibu balita memiliki pengetahuan yang kurang tentang stunting. Untuk itu, temuan KKN IPE tersebut ditindaklanjuti melalui Pengabdian Masyarakat Wilayah Berkelanjutan (PWB), Selasa (9/7) di Desa Les.
PWB merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi Poltekkes Denpasar, dilaksanakan oleh 7 orang dosen, di antaranya; Ni Gusti Kompiang Sriasih S.ST., M. Kes, Ni Ketut Ratmini, S. SiT, MDSc, I Made Mertha, S. Kep., M. Kep, A.A. Nanak Antarini, SST.MP, Dr. Ir. I Komang Agusjaya M, M. Kes, Luh Ade Wilan Krisna. Ked, Ph.D, drg. Asep Arifin Senjaya, M. Kes dan 6 orang mahasiswa dari 6 Jurusan yang ada di Poltekkes Denpasar yaitu Jurusan kebidanan, keperawatan, gigi, gizi, kesehatan lingkungan dan Teknologi Laboratorium Medik.
“Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dan intervensi yang sudah dilakukan, kami sepakati mengambil tema Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Balita Stunting di Desa Les,” kata Kompiang Sriasih, perwakilan tim dosen/pengabdi.










