Peneliti FST UNR Cari Solusi Permasalahan Banjir di Denpasar Barat

D0FA8F25-345B-4B5B-B562-6AE01ECC17AE-0adb1ef9



(ki-ka) I Ketut Soriarta, Tri Hayatining Pamungkas, Putu Doddy Heka Ardana.

 

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sebagai kota besar dan padat penduduk, bencana banjir menjadi ancaman bagi Kota Denpasar. Salah satu kawasan yang riskan terhadap banjir yakni Kecamatan Denpasar Barat. Hal ini tidak lepas dari dampak pembangunan yang signifikan tiap tahunnya.

Tiga dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Ngurah Rai (UNR), yakni Tri Hayatining Pamungkas, Putu Doddy Heka Ardana, I Ketut Soriarta beserta dua mahasiswa; Ida Bagus Weda Erlangga dan Kadek Budhi Warsana, tertarik untuk meneliti metode konservasi sumur resapan sebagai salah satu bentuk upaya dalam menurunkan risiko bencana banjir di Denpasar Barat.

Ketua tim peneliti Tri Hayatining Pamungkas, di Denpasar belum lama ini membeberkan, berdasarkan data  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar tahun 2013, terdapat beberapa wilayah yang pada terendam banjir.

 

Misalnya, di Jalan Mahendradata, Gunung Payung, Gunung Atena Padangsambian, Padangsambian Kelod dan terjadi di sejumlah pemukiman padat penduduk yang minim adanya resapan air tanah.

"Hal itu (banjir) terjadi karena letak fisiografis di kawasan Denpasar Barat lebih datar dan banyak terdapat cekungan," ungkap Tri.

Ketua Tim Peneliti Tri Hayatining Pamungkas diapit dua mahasiswa; Ida Bagus Weda Erlangga dan Kadek Budhi Warsana.

Banjir terparah, masih menurut Tri, terjadi di wilayah kelurahan Padangsambian. Selain menggenangi permukiman warga banjir juga merusak sejumlah bangunan warga di daerah tersebut.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top