Tradisi Siraman Warnai Pelepasan Calon Sarjana FST UNR

Mewujudkan Lulusan Berkarakter, Berkompeten, Unggul, dan Berdaya Saing di Era Merdeka Belajar

(Last Updated On: )

Siraman dengan cairan berwarna merah dan kuning, oleh Ketua Yayasan Jagadhita.

 

DENPASAR – fajarbali.com | Upacara Yudisium Peridoe I TA 2022/2023, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai (FST UNR) melepas 10 orang calon sarjana dari kelas reguler dan alih jenjang dari program studi Teknik Sipil.

Uniknya, usai seremoni yudisium, dilangsungkan kegiatan keakraban berupa tradisi siraman dengan cairan berwarna merah dan kuning, oleh Ketua Yayasan Jagadhita, Rektor UNR, Dekan dan dosen.

“Tradisi (siraman) ini adalah kebiasaan yang dilakukan kepada calon sarjana dengan memberikan pesan dan kesan dari dosen dan tenaga kependidikan,” jelas Dekan FST UNR Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, ST., MT., IPM., di sela kegiatan, Sabtu (13/5/2023) di kampus setempat.

“Tradisi ini adalah simbolis agar benih-benih keilmuan yang ditanam selama perkuliahan di Fakultas Sains dan Teknologi selama ini bisa tumbuh menjadi bunga yang bermanfaat,” imbuh Doddy.

Tema yudisium kali ini, lanjut Doddy, adalah “Mewujudkan Lulusan Berkarakter, Berkompeten, Unggul, dan Berdaya Saing di Era Merdeka Belajar”. Tema ini sendiri dipilih dalam upaya untuk menekankan pentingnya pengembangan holistik.

Pihaknya mendorong para lulusan untuk terus belajar. “Karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran berharga,” tegasnya.

Sarjana Teknik, masih menurut Doddy, harus mau mengembangkan diri dan adaptif, siap menerima perubahan dalam kehidupan. Bahwa pendidikan tidak berhenti hanya di bangku perkuliahan, tetapi juga di masyarakat, sehingga harus terus menuntut ilmu.

IPK tertinggi di antara mahasiswa kelas reguler diraih oleh Ni Putu Ninak Widya Putri, ST., dengan nilai 3,71. Sementara itu, I Gede Adi Alit Putra,ST., meraih IPK tertinggi di program alih jenjang dengan IPK 3,93. IPK rata-rata para yudisiawan/ yudisiawati periode ini adalah 3,50.

“Kondisi ini mencerminkan komitmen mereka terhadap keunggulan akademik selama menuntut ilmu di kelas,” ujar dekan.

Berdasarkan penelusuran tim internal fakultas, Doddy, mengungkapkan, lulusan FST UNR memiliki masa tunggu yang pendek, dan rata-rata bahkan telah bekerja sebelum upacara kelulusan.

Hal ini telah menunjukkan dedikasi dan ketekunan mereka dalam menuntut ilmu dan kesiapan mereka dalam berkontribusi dalam dunia praktisi professional keteknikan di Indonesia. Total alumni FST UNR sendiri sudah hampir 1000 orang.

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., menyampaikan hal senada bagi calon sarjana teknik agar tidak berhenti belajar. Bagaimana pun perkembangan dunia, orang-orang dengan kompetensi teknik sipil dan arsitektur tetap diperlukan.

“Lulus di bangku kuliah, dapat gelar sarjana itu bukan akhir. Justru awal bagi saudara memulai proses belajar di masyarakat,” kata Rektor Tirka.

Lulusan terbaik, Ni Putu Ninak Widya Putri mengaku, selama berkuliah di FST UNR, ia mengalami perkembangan yang cukup baik dalam peningkatan pengetahuan dan juga mental. 

Hal itu kata dia, tidak terlepas dari peran para dosen yang ada di lingkungan FST UNR yang selalu memberikan materi dengan cara mudah dimengerti serta meluangkan waktu untuk diajak berdiskusi.

“Dosen-dosen di FST kalau kasih materi sangat baik dan mudah dimengerti, waktunya juga fleksibel untuk diajak berdiskusi dan semacamnya. Saya berencana untuk mengajak saudara dan kerabat terdekat untuk bergabung di FST UNR,” katanya. (Gde)

Next Post

Lewat Single "Lepaskan", D'Royals Sampaikan Pesan Untuk Belajar Ikhlas dan Merelakan

Ming Mei 14 , 2023
(Last Updated On: ) Para personil D’Royals. (Foto : Tha)   DENPASAR-fajarbali.com | Merelakan dan mengikhlaskan kepergian seseorang yang dicintai maupun suatu hal yang telah menjadi bagian dari diri memang tidaklah mudah dan cenderung membuat perasaan menjadi kalut bercampur kesedihan yang mendalam. Namun, dengan belajar iklhas, maka kita akan semakin kuat […]
personil DRoyals

Berita Lainnya