Terkait program makan bergizi gratis, Saskara menyoroti tentang mekanismenya yang kurang efesien, meski dia mengapresiasi program pemerintah pusat tersebut.
Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi agar tercipta mekanisme yang lebih sederhana dan lebih tepat sasaran. Ia menyarankan agar makanab bergizi itu diberikan berupa uang. Nantinya sekolah yang menyalurkan kepada orangtua masing-masing anak.
"Khusus kami di sekolah-sekolah unit Harapan Nusantara, sejak dulu kami terapkan makan siang bersama. Anak-anak serentak membuka bekalnya. Di sana kita kontrol makannya," jelas Saskara.
Lebih lanjut, soal Program Barak Militer untuk menekan kenalan remaja, Saskara mengaku setuju diterapkan di Bali. Namun, setelah mengikuti pendidikan di barak, anak-anak tersebut harus dibuatkan tempat khusus agar tidak terkontaminasi lagi di lingkungan lamanya.
Diketahui banyak praktisi pendidikan yang setuju jika Bali mengadopsi program yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini. Mengingat kenakalan remaja yang melibatkan pelajar semakin marak.










