Pendidikan Berkeadilan

IMG-20250612-WA0006
I Made Gede Saskara, SE., M.Si.

DENPASAR-fajarbali.com | Praktisi pendidikan I Made Gede Saskara, SE., M.Si., turut mengutarakan pendapatnya menyambut momentum Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB yang menggantikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Permen yang ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti itu, mencakup empat jalur penerimaan: domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi, dengan tujuan untuk memastikan akses pendidikan yang lebih adil dan inklusif. 

Saskara yang juga Kepala Litbang Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali, berharap SPMB tahun ini semakin berkeadilan. Dalam artian, dikotomi antara persekolahan negeri dengan swasta terkikis. 

Ia mencontohkan di Kota Denpasar. Tahun ini diperkirakan lulusan SD yang mencari SMP sekitar 15 ribu murid. Daya tampung SMP Negeri di Denpasar diperkirakan tidak lebih dari 6 ribu murid dari 17 sekolah. 

Di atas kertas, SMP Swasta yang berjumlah kurang lebih 68 sekolah masih punya potensi untuk mendapatkan peserta didik, rata-rata minimal lima kelas.

"Harapan saya kepada bapak Wali Kota agar kebijakan subsidi bagi anak yang masuk ke SMP swasta tetap dijalankan seperti tahun lalu," kata Saskara ditemui di SMP Harapan Nusantara, Denpasa, belum lama ini.

Tahun lalu, wali kota memberikan subsisdi sebesar Rp 1,5 juta per anak yang tidak tertampung di SMP Negeri. Dengan syarat, anak bersangkutan warga Kota Denpasar, dibuktikan dengan KTP orangtua.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top