MANGUPURA-fajarbali.com | Di bawah langit mendung yang akhirnya menumpahkan hujan siang itu, Minggu (9/11/2025), semangat para relawan dan akademisi tak ikut surut.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) menyambangi keluarga berisiko stunting di Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Kegiatan bertema “Pemberdayaan Keluarga Berisiko Stunting Berbasis Budaya” ini menjadi bagian dari Program Peningkatan Pelaksanaan Kemendukbangga/BKKBN Tahun 2025 yang menekankan pendekatan kolaboratif dan kultural dalam pencegahan stunting.
Kegiatan dimulai di Aula Kantor Lurah Kapal dengan suasana penuh keakraban. Setelah sambutan dan laporan dari Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya Unud, Prof. Dr. I Nyoman Dharma Putra, M.Lit., acara berlanjut dengan sesi panel.
Nanang Sutrisno, S.Ag., M.Si. dari Unud berbicara tentang makna pengabdian masyarakat dalam perspektif budaya, sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S., memaparkan strategi Quick Win BKKBN melalui dua program unggulan: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Sukardiasih menekankan, stunting bukan hanya soal gizi dan kesehatan, tetapi juga soal nilai, pola asuh, dan komunikasi keluarga. “Edukasi berbasis budaya akan lebih mengena, karena masyarakat merasa dilibatkan dalam bahasa dan cara mereka sendiri,” ujarnya.










