TABANAN-fajarbali.com | Desa Wisata Tua yang terletak di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki beragam daya tarik luar biasa yang menjadi magnet bagi wisatawan.
Salah satu ikon utamanya adalah objek wisata Kayu Putih Bayan, sebuah pohon raksasa yang berumur lebih dari 700 tahun dan menjadi satu-satunya di Bali. Selain itu, desa ini memiliki rute sepeda, kolam renang, hingga hamparan sawah yang masih sangat asri dan indah.
Namun, meski memiliki potensi besar, kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Tua masih tergolong minim. Masalah utamanya adalah kurangnya promosi dan kurangnya paket wisata menarik yang ditawarkan kepada wisatawan.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim Pengabdian Universitas Udayana (Unud) yang diketuai oleh A.A. Manik Pratiwi, S.E., M.Si., mengajak masyarakat dan pemuda desa, khususnya dari Sekaa Truna-Truni (STT) Eka Dharma Gita untuk mengikuti pelatihan pembuatan konten media sosial guna mempromosikan potensi wisata lokal yang selama ini belum banyak dikenal.
Menurut Agung Manik, pelatihan ini berfokus pada pembuatan konten promosi di media sosial, seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana memperkenalkan Desa Wisata Tua secara lebih luas.
"Tidak hanya melalui media sosial, kegiatan ini juga membantu warga desa untuk merancang paket wisata yang lebih variatif dan menarik," ujar Agung Manik, belum lama ini.
Menurut Agung Manik, dengan mengintegrasikan berbagai potensi atraksi yang ada, diharapkan durasi tinggal wisatawan di desa bisa lebih lama, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat lokal.









