Pemkot Denpasar Gandeng BWC dan Pepsico Kelola Sampah Kemasan Untuk Fasilitas Publik Papan Nama Taman Kota Jadi Percontohan

1000519436
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa (tiga dari kiri) saat peluncuran dan kerja sama pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah kemasan yang berlangsung di Taman Kota Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Jumat (18/9).

DENPASAR-fajarbali.com | Pemerintah Kota Denpasar memperkuat pengelolaan sampah kemasan melalui kerja sama dengan Bali Waste Cycle (BWC) dan dukungan Pepsico. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peluncuran dan kerja sama pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah kemasan yang berlangsung di Taman Kota Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Jumat (18/9).

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, hadir saat peluncuran produk hasil pengolahan sampah kemasan serta kerjasama Pemanfaatannya.

Melalui kolaborasi tersebut, sampah kemasan plastik pascakonsumsi, termasuk jenis multi-layer plastic yang selama ini memiliki tantangan dalam proses daur ulang, diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Hasil pengolahan tersebut antara lain berupa papan multifungsi dan papan petunjuk (signpost) ramah lingkungan yang dimanfaatkan sebagai fasilitas di sejumlah ruang publik, salah satunya Taman Kota Sewaka Dharma.

Pada kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa juga menerima penyerahan produk olahan sampah yang telah di hasilkan, dari papan nama hingga kaki palsu.

Arya Wibawa mengatakan, pemanfaatan produk daur ulang sebagai fasilitas publik memiliki manfaat ganda. Selain mendukung kebersihan dan keindahan ruang publik, keberadaan fasilitas tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat kembali menjadi barang yang bermanfaat.

“Ketika masyarakat melihat sendiri sampah kemasan bisa diolah menjadi fasilitas publik hingga kaki palsu ini menjadi edukasi yang baik. Ke depan, pemanfaatannya akan terus kami dorong, termasuk untuk bangku taman dan fasilitas publik lainnya,” ujar Arya Wibawa.

Founder dan Direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang, mengatakan melalui program tersebut, BWC bersama TPS3R Eka Panca Guna Buana Lestari, Desa Pemecutan Kelod mengembangkan dan mengoptimalkan peralatan pengolahan sampah lokal untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah kemasan bekas makanan ringan. Hasilnya kemudian dapat diolah menjadi papan multifungsi untuk mendukung kebutuhan fasilitas publik.

BACA JUGA:  AC Terbaru Panasonic, Canggih, Irit dan Menyehatkan

Perbekel Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra mengatakan, wilayahnya yang terdiri atas 15 banjar menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Untuk itu, desa memaksimalkan peran bank sampah dan menjalin kemitraan dengan BWC.

“Melalui kolaborasi ini, sampah anorganik diolah menggunakan mesin pencacah dan pemroses modern sehingga tidak hanya mengurangi beban residu, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Senior Director of Corporate Affairs APAC Pepsico, Laura Keith menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap inovasi lokal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Selain dimanfaatkan sebagai fasilitas umum, hasil olahan sampah plastik juga dikembangkan untuk mendukung pembuatan kaki palsu dengan melibatkan penyandang disabilitas," ujarnya. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top