Pihaknya mengaku sangat menunggu hal tersebut sejak lama. UPMI yang mengelola program studi pendidikan bahasa daerah merasa sangat berkepentingan, untuk mengakomodir lulusan dari jurusan itu.
“Meski peminat prodi pendidikan bahasa daerah relatif minim, tapi kami tetap mempertahankannya. Apalagi pesan alm. Prof. Mantra agar prodi ini tidak ditutup meski mahasiswanya dua orang,” ungkapnya.










