Hal ini juga telah menjadi prioritas pemerintah ‘Pendataan BPS sebagai awal pelaksanaan satu data Indonesia, banyak kearifan lokal dari Bali yang menginspirasi’ penuturan Maliki selaku Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas dalam sambutan mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI, pada Kamis (17/11) malam di di Denpasar.
Konsep sharing session Regsosek Talk (R-Talk) memberikan variasi konsep diskusi yang menarik, karena para pembicara memberikan materi dalam bentuk monolog dengan menceritakan pengalaman dalam membawa perubahan sehingga dapat menginspirasi. Data memberikan peran penting dalam memberikan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan.
‘Meningkatnya jumlah sampah menginisiasi Griya Luhu untuk membangun social ecopreneur bersama Ibu PKK. Kurang lebih sekitar 450 perempuan dijadikan superhero dilingkungan mereka. Data membantu kami dalam penentuan target kelompok’ ujar Ni Putu Oka Mia Krisna Pratiwi selaku Aktivis Lingkungan dari Griya Luhu.
Selain itu AA Gede Agung Wedhatama dari Petani Muda Keren mengungkapkan bahwa ‘Perlu ada data yang lengkap untuk membantu intervensi yang tepat bagi penduduk, selanjutnya perlu di dorong inovasi berbasis digital’. Salah satu strategi yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah melalui Regsosek mengarahkan agar dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran dilakukan berbasis bukti, sehingga bisa lebih efisien dan efektif.
Pelaksanaan pendataan Regsosek juga diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Ketersediaan data terpilah bagi kelompok ini sangat penting untuk membantu memberikan layanan yang dibutuhkan. ‘Regsosek akan mampu membantu saya dan rekan-rekan penyandang disabilitas lain untuk bisa dapat berkarya dan berdaya lebih banyak’ ujar Kadek Wiwindari selaku seniman difabel inspiratif. ‘Pembangunan budaya akan lebih optimal ketika tersedia data yang memetakan potensi dari setiap kelompok penduduk’ ujar I Made Sidia seorang akademisi dan Budayawan yang menutup monolog dengan memainkan wayang Bali.










