DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Regsosek Talk (R-Talk) kembali hadir dengan mengambil tema “Mendorong Satu Data Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal”, R-Talk kali ini ingin menekankan pentingnya program pemberdayaan yang berbasis data.
Mulai dari praktisi pertanian, seniman hingga budayawan hadir untuk berbagi pengalaman mereka dalam aktifitas pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara sosialisasi Program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Indonesia membutuhkan basis data yang kuat dengan cakupan seluruh penduduk tanpa meninggalkan seorangpun (leaving no one behind).
Basis data yang terintegrasi dan termutakhirkan dibutuhkan sebagai acuan dalam perencanaan dan penganggaran berbasis bukti bagi pusat dan daerah hingga ke desa. Kebutuhan data untuk mereformasi sistem perlindungan sosial dan percepatan penghapusan kemiskinan esktrem diimplementasikan melalui Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sesuai amanat Presiden RI dalam Pidato Kenegaraan RUU APBN Tahun Anggaran 2023 16 Agustus 2022.
Pelaksanaan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan titik utama dalam perjalanan panjang Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan. Regsosek merupakan salah satu pilar utama Reformasi Sistem Perlindungan Sosial menuju lebih komprehensif, inklusif, dan adaptif terhadap berbagai goncangan ekonomi, kesehatan, sosial, dan alam.
"Pendataan Regsosek sangat penting untuk mewujudkan satu data yang terintegrasi, supaya bisa mewujudkan pembangunan di Provinsi Bali’ ujar Kepala Bappeda Provinsi Bali, I Wayan Wiashtana. ‘Inspirasi yang diberikan oleh para pihak di dalam R-Talk ini akan membawa kebaikan bersama," tambahnya.











