Jana menambahkan, lomba Pedarmasuakaan tingkat kelian misalnya, ini wajib dilibatkan karena sebagai kelian adalah tokoh masyarakat yang mampu memberikan contoh penggunaan bahasa Bali yang baik dan benar. Mengingat peran dan tugas kelian setiap ada upacara pernikahan dalam serah terima tentu ini digunakan maupun dalam pelaksanaan-pelaksanaan adat di banjar masing-masing.
"Melalui lomba ini kita ingin meningkatkan kemampuan dan tata basaha yang baik dan benar sesuai anggah-ungguhing basa ( kaidah tata bahasa). Dengan kita menggunakan tata bahasa yang benar maka bisa menjadi contoh untuk diritu oleh masyarakat," imbuh Jana.
Ditambahkan, desa yang terdiri dari sepuluh banjar yang dibagi menjadi dua desa adat ini kedepan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali akan digelar lebih meriah dengan sekali hanya di tingkat dinas. Karena sebelumnya pelaksanaan di tingkat adat juga sudah terlaksana.
Ajang ini, lanjutnya, juga untuk mempersiapkan lomba di tingkat Kabupaten. Dengan pelaksanaan ini peserta menjadi lebih matang untuk tampil di tingkat kabupaten dan mampu memberikan ruang untuk mengasah kemampuan sehingga ketika tampil pada sekup yang lebih besar peserta mampu tampil optimal.
Menariknya, setiap selesai pelaksanaan dari masing-masing kategori lomba, masing-masing dewan juri memberikan evaluasi terkait apa saja yang menjadi poin penilaian, memberi pemahaman, tata cara penyajian dan struktur yang baik dan benar sehingga ke depan pemahaman pesertabsemakin meningkat.
Salah satu dewan juri pedarmasuakaan merasakan telah terjadi peningkatan penampilan dari tahun sebelumnya.










