Pelantikan Pengurus DPW NCPI Bali Dirangkai Seminar BEIF, Komitmen Investasi Hijau dan Ketahanan Sumber Daya Daerah 

IMG-20260219-WA0006
Pelantikan pengurus DPW Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali periode 2026-2031, bertempat di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Denpasar, Rabu (18/2/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Pelantikan pengurus DPW Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali periode 2026-2031, bertempat di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Denpasar Rabu (18/2/2026).

Agenda pelantikan pengurus DPW NCPI Bali dirangkaikan dengan
Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 yang
menjadi momentum konsolidasi arah investasi hijau dan ketahanan
sumber daya daerah.

Ketua Umum DPP NCPI Gusti Kade Sutawa menegaskan kepengurusan baru harus selaras dengan arah kebijakan
pemerintah daerah. Dengan dilantiknya pengurus NCPI Bali, pihaknya berharap segera bekerja untuk mendukung semua program-program pemerintah provinsi.

"Jadi, NCPI Bali harus mendukung semua kebijakan pak Gubernur Bali,” ungkap Gusti Sutawa.

Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha, menambahkan BEIF menjadi ruang strategis memperkuat koordinasi investasi hijau sekaligus menjawab persoalan infrastruktur dan pengelolaan sampah.

“Kunci Bali semuanya itu di insfratruktur. Kalau kita bicara jumlah kunjungan wisatawan ke Bali 7,05 juta kemarin itu sebenarnya masih bisa dikembangkan,” kata Agus Maha Usadha.

Forum ini juga menyoroti meningkatnya persaingan regional dengan destinasi Asia Tenggara lain yang berkembang sebagai
pusat distribusi wisata.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali, diwakili I Ketut Yadnya Winarta, berharap BEIF menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan, hal ini ada hasil dan output yang bisa menjadi masukan pemerintah, sehingga pemerintah bisa mengambil sebuah kebijakan yang bisa bermanfaat untuk semua, baik buat
masyarakat maupun bermanfaat buat kemajuan pariwisata Bali,” kata Yadnya.

Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan pariwisata sekaligus memperkuat posisi Bali menuju visi Indonesia Emas 2045.

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, perbankan, akademisi, dan investor untuk merumuskan strategi pembangunan pariwisata berkelanjutan di Pulau Dewata.

BACA JUGA:  Kantah Badung Terima Kunjungan Ombudsman Bali untuk Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Gubernur Koster menekankan tantangan penyusutan lahan, alih fungsi sawah, serta
ketergantungan pangan dari luar daerah.

Ia menyajikan data menohok, bahwa luas Bali 5.640 kilometer persegi, sekarang jumlahnya makin berkurang. Bahkan jumlah sawah juga menyusut.

Namun di temgah tantangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Bali tetap
tercatat 5,82 persen dengan kunjungan wisatawan asing mencapai 7,05 juta orang melalui Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai.

“Bali itu tidak sepi. Saya terus pantau jumlah wisatawan ke Bali wisatawan datang berapa dan pergi berapa melalui Bandara Ngurah Rai. Itu 7,05 juta adalah angka capaian tertinggi selama
wisatawan asing berada di Bali," jelasnya.

Ia pun mengaku setiap saat melakukan pemantauan bersama Angkasa Pura. Menurut dia, Bali itu sangat unik. Meski pulau kecil, penduduk sedikit tapi
khasiatnya besar.

Lebih lanjut, Gubernur Bali dua periode ini menilai pembangunan infrastruktur
nasional belum sepenuhnya mempertimbangkan karakteristik
daerah.

“Selama di Banggar DPR RI tiga periode belum pernah ada rumusan memperhatikan kebutuhan daerah secara spesifik sesuai dengan karakteristik daerah. Jadi, kita tidak bisa membangun
insfrastruktur sekala besar hanya dari APBD Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster juga menegaskan pentingnya kemandirian pangan, air, dan energi bagi keberlanjutan Bali.

“Saya tidak ingin Bali terlalu banyak tergantung sumber pangannya
dari luar. Itu sangat membahayakan. Kebutuhan dasar Bali, seperti pangan, air dan energi itu harus bisa dimulai dari Bali,” imbuh dia.

Turut hadir sejumlah tokoh, Made Mangku Pastika, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) Anggota DPRD Badung Puspa Negara dan undangan lainnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top