BANGLI–fajarbali.com | Bekerja sebagai tukang batu alam tidak menghalangi pekerja di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli, untuk mengembangkan usaha peternakan di rumah.
Dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, sejumlah pekerja batu alam mengembangkan usaha sapi dan babi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
I Nengah Mudiarsa, pemilik usaha batu alam, mengatakan dirinya mendorong para pekerja untuk memiliki usaha produktif di luar pekerjaan utama. Menurutnya, peternakan dapat menjadi pilihan usaha sampingan karena bisa dikelola di rumah tanpa mengganggu pekerjaan sebagai tukang.
“Kalau punya usaha sambilan, penghasilan jangan sampai habis untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa disisihkan untuk usaha, misalnya ternak,” ujar Mudiarsa.
Pekerjanya pun telah memanfaatkan KUR BRI untuk membeli bibit ternak. Bahkan, ada yang telah mengakses pembiayaan hingga tiga kali dengan nilai yang disesuaikan kebutuhan usahanya.
Salah satunya Wayan Budiasa. Selain bekerja sebagai tukang batu alam, Budiasa menjalankan usaha pertanian dan peternakan di rumah untuk menopang kebutuhan keluarga.
“Selain kerja di sini, saya punya usaha lain seperti pertanian, sawah, memelihara sapi dan babi. Itu untuk menunjang kehidupan dan menanggung beban anak-anak,” kata Budiasa.
Budiasa telah tiga kali memanfaatkan KUR BRI. Pada pembiayaan pertama, ia memperoleh sekitar Rp25 juta, kemudian masing-masing sekitar Rp50 juta pada pembiayaan berikutnya. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli bibit sapi dan mengembangkan usaha peternakan.










