SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ditengah caruk maruknya perekonomian yang diakibatkan virus Corona atau Covid 19 membuat seluruh pasar pedagangnya dibatasi dalam berjualan. Dengan adanya hal itu tentu saja membawa dampak terkait dengan harga bahan baku yang di jual di beberapa pasar utamanya yang ada di Kabupaten Buleleng bahkan kenaikan beberapa bahan pokok itu sudah terjadi semenjak satu hingga dua minggu .
Sebagai contoh di Pasar Banyuasri untuk harga cabe rawit merah telah mengalami kenaikan hingga Rp 80 ribu perkilogeramnya. Untuk bawang putih dan merah harga perkilogeramnya masih sekitaran Rp 40 ribu sedangkan bumbu yang lain yakni bungkilan utamanya jahe kini harganya drastic naik hingga menembus Rp 55 perkilogeramnya. Hal itu diakibatkan jahe sangat dibutuhkan untuk membuat minuman penghangat badan ditengah perkembangan virus Corona atau Covid 19.
”Kalau cabe naik begitu tinggi, bahkan bawang merah dan putih kalah sedangkan bungkilan seperti jahe paling parah naiknya hal itu diakibatkan karena banyak masyarakat yang membutuhkan untuk minuman penghangat tubuh,”tutur Sutato pedagang bumbu yang berjualan di Pasar Buleleng dengan menggunakan mobil picup, Minggu (29/3/2020) . Sedangkan di Pasar Buleleng, harga cabai rawit hijau berkisar Rp 60-65 ribu/kg dan Cabe Lombok Rp 30 ribu/kilogram. Khusus tomat harganya masih stabil di angka Rp 12.000/kilogram. Kenaikan juga terjadi pada komoditas gula pasir yang sebelumnya dibanderol Rp 13.000/kg, kini naik menjadi Rp 17.000/kilogram.










