Pastikan Road Trip Akhir Tahun Lebih Nyaman dan Kantong Lebih Aman

Kawah Ijen

Menu utamanya mulai dari rawon empal, rawon babat, rawon buntut, hingga rawon limpa. Ukuran dagingnya besar plus menggugah selera, dan porsi nasinya tidak nanggung. Auto-sikat, deh, buat perut-perut yang keroncongan! 

Lantas, betulkah rasanya seenak itu? Lebih baik berangkat ke Jl. A. Yani No. 83, Bayuwangi, dan rasakan sendiri!

7. De Djawatan Benculuk

De Djawatan Benculuk, Hutan Lindung Milik Perhutani yang Menjadi Rumah bagi Ratusan Pohon Trembesi di Banyuwangi

Suasana hutan De Djawatan Benculuk pasti tidak asing bagi penggemar Lord of The Rings. Pohon-pohon trembesi raksasa yang diselimuti benalu maupun pakis, selain menghadirkan kesan angker, mengingatkan akan Hutan Fangorn dalam film arahan Peter Jackson tersebut. Pohon-pohon tersebut juga jadi sarang kelelawar, dengan bau guano (kotoran kelelawar) makin menambah kesan horor, khususnya saat hari menjelang gelap.

Namanya yang menggunakan ejaan lama sesuai dengan usianya yang sudah tua. Lokasi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, sebagai Tempat Penimbunan Kayu (TPK) hasil pengelolaan hutan milik Perhutani di Banyuwangi bagian selatan. Rata-rata umur pohon trembesi raksasa di sini sudah melebihi 100 tahun.

Meski begitu, sebagai hutan wisata, De Djawatan Benculuk tetap menyediakan berbagai atraksi menyenangkan. Mulai dari berkeliling area menaiki kuda sewaan atau andong, hingga aktivitas offroad bagi anak-anak menggunakan ATV atau motor trail mini.

Lokasi hutan ini pun mudah dijangkau karena dekat dengan jalan raya Benculuk, Banyuwangi Selatan. Dari pertigaan kantor Samsat Benculuk, tinggal berjarak 100 meter ke selatan. Pengelola Hutan De Djawatan Benculuk membuka kawasan ini setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga hari menjelang gelap, pukul 5 sore WIB. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top