“Jadi kebenaran abadi itu sifatnya universal, itulah yang kemudian menjiwai untuk menyatukan kita sebagai Bangsa Indonesia. Tidak usah membeda-bedakan, tidak ada diskriminasi, kita semua adalah saudara,” tegasnya
Ia berpesan kepada generasi muda agar selalu berani dalam berpendapat, berani bicara di hadapan publik. Menurutnya, orang Bali itu sebenarnya tidak kalah pintar, melainkan kalah berani untuk mengemukakan suara dalam forum-forum strategis yang umumnya membahas terkait pembangunan Bali di tingkat pemerintah pusat.
“Ini menghadapi situasi kedepan, tidak cukup hanya menghapal Pancasila, harus berani berpendapat dan berani bergerak” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, akademisi UHN IGBS, Pande Wisarti, yang hadir dalam acara tersebut menitipkan pesan khusus kepada MPR RI itu.
Ia mengatakan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang dulunya ada dalam kurikulum pendidikan dasar hingga menengah dan saat ini telah tiada, disarankan kepada Mangku Pastika agar menyampaikan hal tersebut di tingkat pemerintah pusat agar kembali menyelipkan mata pelajaran itu dalam kurikulum.
Sebab, kata Pande Wisarti pembelajaran tersebut juga bisa menanamkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta etika dan moral yang baik. (Gde)











