”Dari penularan PDP 80 yang merupakan seorang sopir Jawa-Bali masih sebanyak empat orang yang menjalani perawatan di rumah sakit yang lainnya sudah sembuh. Dengan adanya kejadian tersebut kami telah membangun pos sekat dengan tujuan menekan penularan antar daerah,”jelas Suyasa lagi. Selain adanya penambahan satu orang, Suyasa juga mengatakan kalau ada tiga orang yang telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di RS Parataa Giri Emas yang merupakan ketiga PDP itu merupakan penularan dari PDP 80 yang merupakan seorang sopir Jawa-Bali. Ketiga PDP yang dinyatakan sembuh itu yakni PDP 107, PDP 116 dan PDP 100 yang merupakan berasal dari Kecamatan Buleleng. untuk PDP 107 merupakan tenaga medis yang terkonfirmasi positif setelah menjalin kontak dengan PDP 80.
Dimana yang bersangkutan dirawat selama 12 hari dengan melakukan tuju kali swab. Sedangkan untuk PDP 116 yang juga merupakan orang yang terkonfirmasi setelah menjalin kontak dengan PDP 80. Dimana yang bersangkutan dirawat selama tiga hari serta PDP 100 merupkan orang yang juga sempat menjalin kontak dengan PDP 80 yang merupakan seorang sopir Jawa-Bali. Dimana PDP 100 merupakan seorang tenaga medis telah menjalani perawatan selama 20 hari dengan melakukan swab sebanyak sebelas kali.
”Memang tiga orang PDP dinyatakan sembuh dimana ketiga orang tersebut merupakan penularan dari PDP 80 yang merupakan seorang sopir Jawa-Bali,”lanjutnya. Dikonfirmasi adanya satu orang PDP yang dinyatakan meninggal dunia dari Kecamatan Banjar? Suyasa membenarkan adanya satu orang yang telah menjalani rapid tes dengan hasil reatif kemudian setelah menjalani perawatan di RS Paratama Giri Emas yang bersangkutan meninggal dunia. Pasien yang diberikan kode PDP 117 itu awalnya masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kemudian setelah menjalani rapid tes dengan hasil reatif kemudian dirujuk ke RS Paratama Giri Emas dan setelah menjalani perawatan meninggal dunia.










