Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi mengenai kelangkaan yang dapat memicu pembelian secara berlebihan. Menurutnya, tindakan membeli dan menyimpan bahan pangan dalam jumlah yang tidak sesuai kebutuhan justru berpotensi meningkatkan permintaan secara mendadak dan mengganggu keseimbangan pasokan di pasaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, berbelanja sesuai kebutuhan, dan tidak menyetok bahan pangan secara berlebihan. Mari bersama-sama menjaga kelancaran distribusi agar kebutuhan seluruh masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan stok, Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng juga melakukan pemantauan harga komoditas di Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar Singaraja.
“Kedua pasar tersebut menjadi lokasi pemantauan dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah,”jelasnya.
Melalui pemantauan tersebut, pemerintah dapat mengetahui perkembangan harga kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau gangguan pasokan pada komoditas tertentu.
“Upaya ini penting dilakukan karena perubahan kondisi distribusi dan permintaan pasar dapat mempengaruhi pergerakan harga. Dengan pemantauan langsung, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran kondisi di lapangan dan menentukan langkah koordinasi yang diperlukan bersama instansi terkait,”tegasnya.
Dari sisi ketersediaan pangan, kebutuhan protein hewani, khususnya telur dan daging ayam, juga dipastikan masih dapat dipenuhi. Salah satu upaya yang turut mendukung ketersediaan tersebut adalah pemanfaatan alokasi 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan.









