Bagaimana Ketersediaan Pangan di Bali?

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Epidemi Covid-19 dengan kebijakan Social Distancing berakibat pada melemahnya kondisi perekonomian karena terbatasnya aktivitas warga. Di lain pihak pangan sebagai kebutuhan mendasar masyarakat harus tetap tersedia dalam jumlah kebutuhan dan terjangkau. 

 

Ketersediaan pangan menghadapi epidemic Covid-19 di provinsi Bali menjadi perhatian khusus gubernur dan memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk melakukan langkah-langkah konkrit berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten/kota agar ketersediaan pangan prioritas untuk 3 (tiga) bulan kedepan terjaga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, kemarin, mengatakan, program dan kegiatan pengembangan produksi pangan tetap berjalan sebagaimana biasa. Petani tetap melaksanakan usahatani seperti biasa, akan tetapi pembinaan dan penyuluhan dengan mengumpulkan petani dalam jumlah banyak sangat dibatasi. 

"Pemantauan terhadap kondisi produksi pangan pokok secara berjenjang dimana Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di setiap kecamatan sebagai ujung tombaknya," kata birokrat asal Tabanan ini.

Ia melanjutkan, berdasarkan kondisi eksisting di lapangan yang menyangkut luas tanam, panen dan proyeksi panen bulan Maret, April dan Mei tahun 2020, ketersediaan beberapa pangan pokok mencukupi, kecuali ketersediaan Bawang Putih.

"Kekurangan produksi Bawang Putih dari produksi lokal dipenuhi oleh Bulog Divre Bali melalui agen penyalurannya dari luar Bali," imbuhnya. Program khusus yang dilaksanakan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dari alokasi kegiatan/anggaran Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI di provinsi Bali pada tahun 2020 telah dilakukan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top