Pasar Sindu Jadi Kawasan Pasar Tradisional Digital Berbasis QRIS

Rai Mantra juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh penerapan kebiasaan baru di Pasar Tradisional. Pencanangan Kawasan Pasar Digital berbasis QRIS, memberikan bantuan masker dan face shield, serta pemasangan pembatas antara pedagang dan pembeli merupakan sebuah solusi bagi pasar tradisional untuk tetap produktif ditengah pandemi Covid-19 ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan bahwa penyerahan bantuan dan pencanangan kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS merupakan sebuah upaya untuk mendukung penerapan adaptasi normal baru di Pasar Tradisional. Sehingga kedepanya pasar tradisional tetap produktif saat pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, IB Gede Sidharta Putra mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kemajuan Pasar Sindu. Dimana, sejak awal keberadaan Pasar Sindu sudah mendapatkan perhatian berbagai kalangan. Dimana, Pasar Sindu merupakan salah satu pasar tradisional atau pasar rakyat yang telah direvitalisasi. Kesan kumuh, becek dan tidak tertata pun kini sudah berganti dengan penataan yang apik, zona pedagang, serta fasilitas pendukung yang memadai. Bahkan, Pasar Sindu pernah menyandang predikat sebagai pasar terbaik se-Asia Tenggara.

Dengan diterapkannya kawasan pasar tradisional digital berbais QRIS ini, Sidharta berharap dapat memberikan kemudahan transaksi dan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan berniaga. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top