Cok Darmawan juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas partisipasi OPD maupun pelaku usaha dalam menyukseskan penyelenggaraan pasar murah. Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan bahan kebutuhan pokok yang disebabkan adanya penimbunan, Pemkab Badung melalui TPID telah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan di pasar-pasar.
Di samping itu juga rutin melaksanakan operasi pasar sehingga harga bahan kebutuhan pokok tetap terjangkau, sehingga masyarakat di Kabupaten Badung merasa tenang dan damai dalam menyambut dan merayakan Galungan dan Kuningan.
Sementara itu Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung Made Widiana dalam laporannya menjelaskan, pasar murah dilaksanakan dalam rangka untuk mengantisipasi gejolak harga yang cenderung naik menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, sekaligus mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Badung. Dikatakan, pasar murah berlangsung selama 2 hari, mulai 6-7 Februari.
“Selain berada di kawasan yang mudah dijangkau masyarakat, keberadaan pasar murah juga jauh dari pasar tradisional sehingga keberadaannya benar-benar sangat membantu masyarakat, sehingga mereka bisa merayakan Galungan dan Kuningan dengan tenang dan damai bersama keluarganya,” imbuhnya.(put).










