DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | kesuburan kaum wanita dewasa bisa menurun karena terkena paparan asap rokok atau menjadi perokok pasif. Hal tersebut disampaikan oleh pakar sekaligus dokter kandungan dan konsultan fertilitas Dr. dr. AAN Anantasika SpOG (K) saat berbicara dalam "WINTALK: Meningkatkan Potensi Kehamilan Melalui Teknik Reproduksi Berbantu, baru-baru ini di Denpasar.
"Pengaruh asap rokok dapat menyebabkan sejumlah kelainan pada sel telur, membuat jumlah sel telur dan kualitasnya berkurang. Jadi, tidak hanya menjadi perokok aktif saja yang berbahaya bagi kesuburan," kata dr Anantasika.
Dalam era saat ini, menurut dr Anantasika, cenderung tren persoalan kesuburan ini menjadi meningkat karena pengaruh gaya hidup masyarakat yang makin tidak sehat dan dipengaruhi berbagai polusi.
"Perilaku merokok, mengkonsumsi alkohol, dan kurang berolahraga sangat berpengaruh menurunkan kesuburan kaum pria dan wanita. Termasuk gaya hidup saat berpacaran, apakah suka gonta-ganti pasangan, itu pun berpengaruh ketika ingin memiliki buah hati," ucapnya.
Bagi wanita yang mengalami obesitas, kata dia, sekitar 43 persen juga sulit hamil. Oleh karena itu, sangat penting wanita yang ingin memiliki momongan untuk mempertahankan berat badan tetap ideal.
Umumnya, kehamilan akan terjadi dalam kurun waktu hingga enam bulan setelah menikah. Bahkan dari hasil penelitian, 30 persen dari pasangan suami istri sudah bisa hamil dalam tiga bulan setelah menikah, kemudian 50 persen setelah enam bulan menikah. "Rata-rata dari 100 pasangan yang menikah, dalam rentang satu tahun setelah menikah sebanyak 85 persen berhasil hamil, dan sisanya 15 persen yang terkendala untuk memiliki momongan," imbuh dr Anantasika.










