“Di daerah kami, kuda menjadi simbol yang kuat dan kami hadirkan dalam berbagai medium seperti kayu dan aluminium,” ujarnya.
Tak hanya berorientasi pada pasar, Magis menegaskan bahwa seni juga memiliki dimensi sosial. Ia mencontohkan karya patung yang pernah dibuat untuk membantu korban bencana.
“Kami pernah membuat patung singa setinggi enam meter di Sleman City Hall, dan hasil penjualannya 100 persen disumbangkan untuk korban gempa Palu,” ungkapnya.
Melalui pameran ini, Timboel Art Gallery berharap dapat memperkuat hubungan antara seniman, kolektor, dan publik, sekaligus mendorong seni sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif di dalam negeri. Baiq










