Palegongan Badung Pikat Penonton PKB 2026, Nyrigśa Tawarkan Perjalanan Menemukan Hakikat Diri

1000404334
Palegongan Klasik Khas sebagai Duta Kabupaten Badung pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (28/6/2026) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali Art Centre, Denpasar.

 

“Nyrigśa kami hadirkan sebagai refleksi perjalanan spiritual. Legong bukan hanya dipandang sebagai bentuk tari, tetapi menjadi media untuk memahami diri sendiri dan menemukan harmoni jiwa,” jelasnya.

 

Selain karya kreasi tersebut, mereka juga membawakan Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, karya monumental maestro gamelan Bali, I Wayan Lotring. Gending ini lahir dari pengalaman Lotring saat tampil di Keraton Solo pada 1926, kemudian memadukan karakter musik Keraton Jawa dengan kekayaan ritme gamelan Palegongan Bali sehingga menghasilkan komposisi yang lembut, syahdu, namun tetap dinamis.

 

Tak hanya itu, penonton disuguhkan Tari Palegongan Klasik “Legod Bawa” yang mengangkat kisah dalam ajaran Hindu tentang perdebatan kesaktian antara Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

 

Dalam cerita tersebut, Dewa Siwa menguji kedua dewa melalui lingga suci untuk menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kemahakuasaan-Nya. Nilai filosofis tentang kerendahan hati dan kebijaksanaan menjadi pesan utama dari garapan klasik ini.

 

Sebagai penutup, Sanggar Seni Dharmawangsa menghadirkan Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu” yang mengusung tema Ananta Atma Kertih. Komposisi ini memaknai “Rong Telu” bukan sebagai simbol kematian, melainkan perjalanan jiwa menuju kesadaran yang lebih tinggi.

 

Melalui eksplorasi bunyi gamelan Palegongan, karya ini menggambarkan transformasi manusia dari kehidupan yang penuh dualitas menuju ketenangan dan kesatuan batin.

 

Yodhie mengatakan seluruh garapan tersebut dirancang agar mampu menunjukkan bahwa seni tradisi Bali terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya yang diwariskan para leluhur.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top