Sementara itu, Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, mengatakan, sebagai hunian wellness pertama di Bali, OXO The Pavilions akan memperkuat daya tarik Nuanu dan mendukung fokus pemerintah Indonesia pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan—yang selanjutnya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi premium.
"Komitmen terhadap keberlanjutan ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi pengunjung, mendorong mereka untuk berwisata dengan cara baru," jelas Lev.
Meskipun minat internasional tetap kuat—didominasi oleh pembeli dari Singapura, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang—OXO Group sengaja menargetkan pembeli domestik dan internasional.
Konsultan properti Knight Frank menyatakan Bali merupakan salah satu dari sepuluh destinasi pilihan investasi orang kaya sebagai rumah kedua. Riset ini juga menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai 7,5% sejak tahun 2021, dengan rata-rata okupansi yang terus meningkat hingga mencapai 75%, membuat investasi di Bali sangat menarik.
Menurut Mordor Intelligence, pasar real estat Indonesia diproyeksikan tumbuh dari USD68,6 miliar pada tahun 2025 menjadi USD91,0 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR 5,82% selama periode tersebut.
Angka resmi dari Statistik Indonesia menunjukkan bahwa kontribusi PDB dari kegiatan properti mencapai Rp 488,31 triliun (USD 31 miliar) pada tahun 2022, yang menggarisbawahi perannya sebagai landasan ekonomi nasional.
Unveiling OXO The Pavilions
OXO The Pavilions akan mulai diperkenalkan kepada publik pada 8 Mei 2025 di Nuanu City. Dengan lebih dari 300 undangan—kombinasi yang seimbang antara konsumen domestik dan internasional—acara ini akan menjadi tolok ukur baru peluncuran real estat gaya hidup di Pulau Dewata.










