Pria kelahiran Austria ini mengatakan bahwa OXO The Pavilions akan menampilkan 24-unit vila yang masing-masing memiliki desain tersendiri dan didukung oleh fasilitas kebugaran yang dirancang dengan cermat. Dengan luas mulai dari 170 hingga 420 meter persegi, vila-vila ini menyelaraskan alam dengan desain.
Sementara, visi Precht memastikan setiap hunian memenuhi standar internasional, sekaligus mengakomodasi warisan budaya dan alam Bali.
“Proyek ini hanya berjarak dua menit berjalan kaki dari Kota Nuanu, pusat kreatif yang siap menjadi tujuan wisata utama berikutnya di Bali,” imbuhnya.
Penghuninya nanti akan memiliki akses pejalan kaki ke berbagai fasilitas Nuanu, termasuk ProEd Global School, Luna Beach Club, Lumeira Spa, dan jaringan jalur pejalan kaki yang indah.
Dengan luas 44 hektare, Nuanu mewujudkan filosofi Bali Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan jiwa. Ekosistem terpadu ini memadukan seni, budaya, kebugaran, dan kehidupan yang terinspirasi alam, yang menawarkan pengalaman transformatif bagi para pengunjung dan penghuninya.
Sebagai rumah bagi komunitas kreator, pemimpin, dan penggerak perubahan yang dinamis, Nuanu mendorong koneksi dan kolaborasi melalui sebuah sanctuary di tepi pantai, program budaya, instalasi seni, serta ruang kerja bersama dan ruang komunal yang inovatif—semuanya dirancang untuk memicu kreativitas dan membina hubungan yang bermakna.
“Setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus memiliki standar internasional dan bisa diterima, bukan hanya oleh pasar domestik, namun juga pasar global,” ungkapnya.










