Over Time, Hiburan Musik Saat Peresmian Alun-Alun Bangli Terpaksa Dibubarkan  

Berikutnya alasan kedua, kata dia, hiburan musik tersebut terpaksa dihentikan karena kemungkinan orang berpikir itu adalah konser. “Kita tegaskan lagi, itu bukan konser. Melainkan, rangkaian acara Peresmian Alun-alun yang diantaranya ada hiburan musik. Selain itu, setelah kita lihat dilapangan, ternyata massa begitu banyak. Kalau saya hitung cepat, mungkin antara tiga ribu  sampai lima ribuan lebih. Massa dari panggung utara hingga skate park. Begitu massa bergerombol banyak, yang pertama negur adalah Kabag Ops. Yang di barisan pertama yang disorot lampu itu, banyak yang tidak gunakan masker, tidak sesuai prokes,” jelas Dandim Bangli.  

Jadinya saat itu, begitu satu lagu dua lagu dibawakan massa semakin bertambah banyak dan tidak menggunakan masker juga. “Karena itu, kita hentikan. Kita cukupkan sampai disitu karena takutnya tambah ramai,” ujarnya. Disampaikan pula, dari hasil survey yang dilakukannya dengan cara bertanya satu persatu, nyatanya banyak penonton yang datang bukan orang Bangli. “Kalau kita persentase, mungkin setengahnya orang luar Bangli. Begitu ditegur, baru mereka mengeluarkan masker kemudian dipasang. Kita takutnya, tau-tau mencuat kasus di suatu tempat, begitu ditracing ternyata habis dari acara music di Bangli. kita tidak ingin ada istilah pembiaran dari aparat. Sudah tau salah di lapangan, tapi kita tidak berbuat apa-apa. Makanya kita ambil langkah seperti itu (penghentian),” tandasnya.

Disisi lain Ketua Rise Of Bangli Management, I Wayan Wahyu Pramana selaku panitia kegiatan peresmian Alun-alun Bangli menyampaikan permakluman dan permintaan maaf atas penghentian hiburan musik tersebut. Kata dia, diluar perkiraan jumlah penonton yang datang begitu membludak. “Alasan utama pembubaran karena kapasitas penonton. Disamping juga karena ada batas jam-nya. Sehingga memang kami maklumi dan atas nama panitia kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kemarin. Untuk kedepannya, agar sama-sama bisa lancar, kita terapkan Prokes dan batas waktu sampai jam 10 malam akan kita taati,” ungkap Wahyu Pramana.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top