Ia menjelaskan, kombinasi antara masa pendidikan yang relatif singkat, penguatan di bidang manajemen dan supervisi, serta pengalaman kerja di luar negeri diharapkan mampu mendongkrak daya saing lulusan.
Rediyasa bahkan memproyeksikan lulusan yang mengikuti skema kerja dua tahun di luar negeri tidak hanya mengantongi gelar dan pengalaman internasional, tetapi juga berpeluang mengumpulkan tabungan hingga Rp800 juta.
Hadir dalam wisuda tersebut, Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, memberikan pesan khusus kepada ribuan wisudawan yang akan memasuki dunia kerja.
Parta menegaskan kesejahteraan harus diperjuangkan, bukan dinanti.
“Kesejahteraan tidak jatuh dari langit. Ia adalah buah dan hasil dari perjuangan,” tegasnya di hadapan wisudawan.
Ia mengingatkan agar lulusan yang akan merantau tetap fokus pada tujuan utama, yakni bekerja untuk meningkatkan taraf hidup dan membahagiakan keluarga. Parta juga berpesan agar kesempatan kerja di luar negeri dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif seperti judi.
Menurutnya, para wisudawan juga perlu mengingat pengorbanan orang tua yang telah mendukung hingga mereka menyelesaikan pendidikan.
Wisuda ke-XI ini pun menjadi titik tolak bagi 1.250 lulusan OTC Bali untuk melangkah ke fase baru dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.M-002









