Sementara Ketua BPPD Bali, sekaligus wakil Gubernur Bali Tjokorda Arta Ardha Sukawati, yang hadir saat pengukuhan itu mengatakan, orientasi industri wisata saat ini tren nya sudah bergeser. Jika dulu para turis diperlakukan bak raja diservis secara berlebihan, namun kini tren telah bergeser. Para tamu lebih memilih mendekatkan pada pengalaman. Sebagian besar turis tidak lagi berorientasi pada hotel berbintang untuk menginap, namun mereka lebih memilih menginap di hotel yang mana lokasi mampu memberikan mereka pengalaman yang berbeda. Ini akan menjadi kenang-kenangan selama mereka berlibur, dan tentu saja pengalaman ini mereka ceritakan pada teman, kerabat di negara asalnya. "Promosi pariwisata yang tidak kalah penting di era disrupsi 4.0 ini ialah melalui media online seperti Facebook Instagram website dan juga menayangkan video Pendek berita,artikel di videotron (layar besar) yang dipasang di tempat-tempat strategis di daerah dan negara lain," ujarnya.
Wagub Cok Ace, juga mengatakan,disaat yang bersamaan pengurus DPD diharapkan melakukan promosi selain promosi juga dapat dilakukan melalui event festival di dalam negeri saat ini pelaksanaan event festival yang mengangkat potensi lokal untuk mendatangkan wisatawan berkualitas juga menjadi agenda prioritas pemerintah provinsi Bali. “Kami berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan pengembangan pariwisata Bali yang berpihak pada masyarakat lokal beserta alam dan budayanya. Promosi gratis inilah yang paling penting dan efisien,” ujar Cok Ace. (bud).










