AKBP Dedy melanjutkan, sasaran operasi gabungan masuk ke wilayah Kuta Utara. Mengingat daerah Kuta Utara menjadi daerah yang lebih tinggi kerawanannya dibanding dengan daerah lainnya di wilayah Badung.
Dalam operasi tersebut, pihaknya akan melakukan pemantauan khusus terhadap WNA yang kerap berbuat obar di Badung seperti Rusia dan Ukraina.
"Soal Rusia dan Ukraina kami akan berkoordinasi dengan Imigrasi untuk menganalisa dan ambil langkah langkah pencegahan. Perusahaan perusahaan yang menjadi sponsor mereka ketika datang ke Bali akan kita lakukan penggalangan. Ini juga bagian dari antisipasi dan pencegahan," bebernya.
Diakuinya, sejatinya WNA datang ke Bali untuk berwisata. Namun ternyata banyak diantara mereka datang ke Bali untuk melakukan kejahatan.
"Polisi tidak akan gentar menghadapi mafia mafia, jaringan jaringan terutama warga negara asing yang mencoba- mencoba kejahatan di wilayah Badung," tegasnya lagi.
Operasi gabungan ini sebut AKBP Dedy merupakan tanggung jawab kepolisian khususnya Polres Badung yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Agar kiranya ke depan, kejahatan jalanan bisa segera teratasi.
"Nyalakan lampu rotator. Posisi kendaraan jangan sampai mengganggu kendaraan lain yang melintas, namun bisa dilihat bahwa Polisi ada disitu. Setidaknya dengan patroli rutin ini niat dan kesempatan orang berbuat jahat bisa dihilangkan," tandasnya. (Hen)










