Nyanyian Dharma, Harmoni Musik Spiritual dan Seni Visual dalam EP ‘Idep’

2026-04-20-at-15.52.50
Nyanyian Dharma hidupkan ruang sunyi di DNA Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar menjadi saksi bisu kembalinya kelompok musik Nyanyian Dharma pada Minggu (19/4) malam. Mengambil tempat di Ruang Taksu, pementasan ini bukan sekadar konser musik biasa, melainkan sebuah pertunjukan kolaboratif yang memadukan kedalaman spiritual dengan elemen seni visual melalui format live painting.

Dua kanvas besar di sisi panggung secara perlahan "dihidupkan" oleh perupa Apel Hendrawan dan Mangku Bonus sepanjang acara. Goresan kuas mereka merespons langsung setiap nada yang dimainkan, melahirkan simbol-simbol seperti lingga dan trisula. Kolaborasi ini memperkuat pesan bahwa karya Nyanyian Dharma adalah ekspresi kolektif yang melampaui batasan audio.

Dewa Budjana, sang penggagas, mengungkapkan bahwa proyek yang dimulai sejak 1997 ini lahir dari sebuah keresahan sederhana tentang ketiadaan ruang musik religi yang kuat di Bali. Bersama Trie Utami (vokal) dan formasi lengkap musisi berbakat lainnya, Nyanyian Dharma kembali hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut melalui pencarian musikal yang personal dan mendalam.

Dalam suasana yang intim, mereka memperkenalkan mini album terbaru bertajuk Idep. Mini album ini memuat lima komposisi baru, di antaranya Kidung Nusantara dan Mulat Sarira, yang sebagian besar lahir dari proses kreatif di kawasan Ceto. Kehadiran sosok Agung Bagus Mantra juga disorot sebagai motor penggerak di balik layar yang membantu grup ini menemukan "ruang sunyinya".

Salah satu momen paling menggugah adalah saat lagu Ibu Pertiwi Lara karya Trie Utami dikumandangkan. Liriknya yang tajam memotret kerusakan alam, mulai dari hutan yang gundul hingga laut yang tercemar. Lagu ini seolah menjadi pengingat bagi penonton tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungannya di tengah modernitas.

BACA JUGA:  Puncak HUT Ke-5 HBI Dan Ke-9 ABA Tampil Meriah Di Solia Legian Bali Hotel

Istilah Idep yang menjadi tajuk album dimaknai sebagai pikiran atau kesadaran. Bagi para personel, album ini adalah bentuk pernyataan musikal yang mengajak pendengar kembali pada kejernihan batin. Trie Utami, yang bergabung sejak 2006, bahkan menyebut kolaborasi ini sebagai perjalanan pulang untuk bertemu keluarga dan akar spiritualnya.

Pementasan malam itu ditutup dengan hangat, mempertemukan kembali berbagai generasi pendukung Nyanyian Dharma yang telah mengikuti perjalanan mereka selama puluhan tahun. Kini, Mini Album EP: Idep telah tersedia di berbagai platform digital, membawa pesan kesadaran dan kebersamaan kepada khalayak yang lebih luas. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top