Nusantara di Nuanu Creative City, Menghidupkan Kekayaan Kuliner dan Budaya Indonesia di Bali

077
The Mangrove Café dengan interior dan elemen desain yang terinspirasi dari Indonesia. (Nuanu Creative City)

TABANAN-fajarbali.com | Nuanu Creative City resmi membuka Nusantara, sebuah destinasi kuliner dan budaya di kawasan seluas 44 hektare di Tabanan, Bali. Kehadiran Nusantara didasari oleh gagasan bahwa kekayaan resep daerah, kopi, dan seni tradisi Indonesia mampu menjadi daya tarik utama tanpa harus mengadopsi konsep luar negeri. Di tengah maraknya bisnis hospitality berkonsep Mediterania atau Jepang di Bali—yang mencatat 6.948.754 kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 menurut BPS Bali—Nusantara hadir membawa perspektif baru untuk mengeksplorasi warisan budaya lokal yang belum banyak terwakili secara mendalam.

Dirancang sebagai perjalanan menjelajahi kepulauan Indonesia, destinasi ini menghadirkan empat area utama yang beroperasi pukul 12.00–22.00 WITA. Eksplorasi dimulai dari Warung Nine Island yang menyajikan hidangan khas Jawa, Sumatra, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, dan Madura dengan rempah yang digiling segar setiap pagi. Pengalaman tersebut berlanjut ke Meja 36 yang mengolah bahan lokal dengan teknik kuliner kontemporer melalui tasting menu, The Mangrove Café yang menyajikan kopi single-origin dan jajanan pasar, serta The Gallery yang menggelar pameran "INDONESIAN VISION" berisi 1.000 artefak suku asli kurasi Pascal Morabito.

Kehadiran destinasi ini diharapkan mampu memperluas daya tarik wisata Bali sebagai pintu utama pariwisata Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan bahwa penjelajahan ini bertujuan membangun rasa keterikatan yang lebih dalam. "Bali adalah pintu gerbang Indonesia, dan kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar. Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali — Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mencintai kekayaan kepulauan Indonesia lainnya: kulinernya, karya seninya, dan keberagaman daerahnya," ujarnya.

Kualitas rasa di Nusantara dijaga melalui proses kurasi bahan baku yang diambil langsung dari sumber aslinya di berbagai daerah. Pemilik Nusantara, James Ephraim, menjelaskan komitmennya dalam menjaga otentisitas rasa hidangan yang disajikan. "Kami datang langsung ke para produsennya. Semuanya. Selama beberapa bulan menjelajahi sembilan pulau, duduk bersama nelayan, pemasok bahan pangan lokal, dan para juru masak yang telah membuat racikan bumbu yang sama selama empat puluh tahun. Tolok ukurnya sederhana: jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar," ungkapnya.

BACA JUGA:  Mau Dibawa Kemana Pariwisata Bali? Ini Kata Koster-Giri

Selain menawarkan pengalaman kuliner dan seni, Nusantara juga mengusung misi keberlanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui Nuanu Social Fund (NSF), sebagian dari pendapatan yang diperoleh Nusantara dialokasikan secara langsung untuk mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya, alam, serta pemberdayaan masyarakat Bali. Pendekatan ini menghubungkan aktivitas rekreasi para pengunjung dengan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian budaya yang menjadi latar belakang dari sajian yang mereka nikmati.

Peluncuran Nusantara melengkapi rangkaian fasilitas yang telah dikembangkan Nuanu Creative City di bidang pendidikan, seni, wellness, dan kawasan berbasis alam. Dengan memadukan kuliner otentik, sajian kontemporer, pameran seni digital, serta komitmen dampak sosial, Nusantara menjadi ruang integratif yang mengedukasi sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada dunia internasional secara elegan. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top