Direktur Festival, Kelsang Dolma, menekankan bahwa sistem open call menjadi ruh dalam penjaringan talenta ini. Melalui proses tersebut, seniman pendatang baru maupun profesional memiliki peluang yang sama berdasarkan kekuatan karya dan relevansinya terhadap tema. Kelsang berharap festival ini menjadi ruang pertemuan yang inklusif bagi berbagai praktik fotografi dari beragam konteks budaya dunia.
Proses seleksi dipimpin oleh dua kurator, Kurniadi Widodo dan Putu Sridiniari, yang menonjolkan keberagaman pendekatan mulai dari dokumenter hingga praktik lintas disiplin. Menurut tim kurator, kualitas karya yang masuk sangat sejalan dengan visi Afterimage, di mana fotografi tidak pernah benar-benar mengakhiri sebuah momen, melainkan terus beredar dan mempengaruhi cara manusia mengingat dunia.
Penyelenggaraan FOTO Bali Festival 2026 juga mendapat dukungan penuh dari Wonderful Indonesia. Ni Made Ayu Marthini dari Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa inisiatif ini memperkuat ekosistem kreatif dan ekonomi di Bali. Dukungan ini menegaskan posisi Bali bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, melainkan juga pusat pertemuan seni dan komunitas kreatif berskala internasional. (M-001)










