Sementara itu, jajaran Kodam IX/Udayana terus bergerak sejak hari pertama kejadian untuk melakukan pendataan, pemetaan wilayah terdampak, sekaligus memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.
Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu mengatakan, respons cepat telah dilakukan oleh jajaran TNI di wilayah sejak awal terjadinya gempa. “Sejak hari pertama kejadian, jajaran TNI dari Kodam IX/Udayana sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang terdampak dan menghimpun data. Langkah-langkah bantuan juga langsung kami laksanakan secara cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan kebutuhan pokok berupa sembako telah berjalan melalui jajaran Kodim di wilayah terdampak. Selain itu, personel TNI juga telah mendirikan pos-pos pengungsian, fasilitas kesehatan, menyiapkan obat-obatan, serta membangun dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. “Bantuan sembako oleh para Dandim sudah berjalan. Personel kami juga telah mendirikan pos-pos pengungsian, fasilitas kesehatan beserta dukungan obat-obatan, serta dapur lapangan bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.
Dalam penanganan korban, lanjutnya, aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Warga yang mengalami luka-luka segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat. “Untuk masyarakat yang mengalami luka-luka, langsung kami evakuasi ke rumah sakit-rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis,” tegas Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu.
Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution yang berada di lokasi, menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana berkomitmen memberikan respons cepat dan terukur dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, seluruh jajaran TNI di wilayah NTT terus bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, evakuasi, serta perlindungan masyarakat dapat terpenuhi.










