Nakes di Denpasar Ciptakan “TOBAT” untuk Tanggulangi Gangguan Jiwa

Tobat 1

FOTO: Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa, S.Kep., M.Kes., menerima penghargaan saat peringatan Hari HIV/AIDS.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kooordinator Program Kesehatan Jiwa UPTD Puskesmas III Denpasar Utara, Kota Denpasar, Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa, S.Kep., M.Kes., menggagas inovasi "TOBAT" untuk menanggulangi kasus gangguan jiwa.

Angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bali, khususnya Kota Denpasar cukup tinggi, sebanyak 0,23 persen dari empat juta lebih total penduduk Bali. Hal ini menjadikan Bali menduduki peringkat empat gangguan jiwa berat di Indonesia

"TOBAT" adalah akronim dari Temukan, Obati, Beri Dukungan, Ajak Bersosialisasi dan Terima di Keluarga dan Masyarakat). Inovasi komunikasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa pada anak, remaja, dewasa dan lansia ini pun, berhasil menyabet Juara Harapan II tingkat Nasional.

Dikonfirmasi di Denpasar, beberapa waktu lalu, Dharma Wisnawa menjelaskan, program "TOBAT" bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa pelayanan kesehatan primer, menangani kasus gangguan jiwa di layanan kesehatan primer termasuk di lingkungan masyarakat dan melakukan rujukan pada saat yang tepat bila diperlukan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil inovasi yang sudah disosialisasikan baik secara daring maupun luring di masyarakat, "TOBAT" sangat membantu dalam penemuan kasus baru dan dengan adanya koordinasi dengan lintas sektor sangat mendukung dalam penemuan kasus jiwa baru di wilayah kerja UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top