“Nadi Cita Tampaksiring”, Amarawati Art Community Pamerkan Aliran Kreativitas Lintas Generasi di Griya Santrian Gallery

u7-2025-11-14-at-21.49.43
Nadi Cita Tampaksiring, aliran kreativitas lintas batas di Griya Santrian Gallery.

DENPASAR-fajarbali.com | Amarawati Art Community, komunitas perupa dari Tampaksiring, kembali menggelar pameran bersama di Griya Santrian Gallery, Sanur, Bali. Pameran yang bertajuk "Nadi Cita Tampaksiring" ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Owner Griya Santrian Gallery, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran galeri sebagai ruang bagi perkembangan seni rupa di Bali, yang ia sebut sebagai warisan tak ternilai. Menurutnya, pameran Amarawati Art Community kali ini secara jelas menunjukkan keragaman bentuk, media, dan artistik yang mencerminkan dinamika kreativitas perupa yang tumbuh dan berkembang di Tampaksiring. “Pameran ini tidak hanya membawa identitas personal para seniman, tetapi juga merupakan bentuk dedikasi terhadap khasanah budaya visual tanah kelahiran mereka,” ucapnya, Jumat (14/11/2025).

Kurator pameran, I Made Susanta Dwitanaya dan Savitri Sastrawan, menjelaskan bahwa nama komunitas "Amarawati" sendiri diambil dari penggalan prasasti Tengkulak (945 Saka/1023 Masehi), yang merujuk pada katyagan (tempat pertapaan) atau kadewa guruan di Pakerisan yang diduga merupakan nama masa lalu dari situs Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring. Komunitas yang didirikan pada tahun 2016 ini berharap dapat mengambil spirit katyagan tersebut sebagai wadah untuk berkarya dan mengembangkan gagasan kreatif.

Nama pameran, "Nadi Cita Tampaksiring," dimaknai sebagai "aliran kreativitas perupa Tampaksiring." Dalam konsep Bali, nadi diartikan sebagai aliran sungai (jagat agung), pembuluh darah (jagat alit), atau aliran energi yang lebih halus. Nadi juga bermakna "menjadi" atau "berjiwa." “Dengan demikian, pameran ini ingin merepresentasikan aliran kreativitas yang tumbuh dari lokus dan situs budaya Tampaksiring, memotret dinamika ekspresi visual masyarakatnya,” jelas Susanta Dwitanaya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top